Kabar gembira datang dari industri kreatif virtual Indonesia. Agensi AKA Virtual berhasil meraih pencapaian gemilang dengan menyapu bersih berbagai penghargaan dalam ajang Indonesian VTuber Awards. Dalam kompetisi yang melibatkan lebih dari 160 nominator, baik individu maupun organisasi, talenta-talenta AKA Virtual menunjukkan dominasi kuat terutama pada hasil voting online.
Salah satu agensi tersebut dilaporkan mendapatkan hingga 20 nominasi dalam 9 kategori berbeda. Meskipun terdapat perbedaan hasil antara voting online dan offline, antusiasme penggemar terlihat sangat masif dalam memberikan dukungan kepada para talenta favorit mereka di ajang penghargaan ini.
Pertumbuhan ekosistem VTuber juga terlihat meluas ke kawasan Asia Tenggara melalui berbagai acara besar. Sebagai contoh, Anime Fest Plus di Malaysia menghadirkan deretan bintang dari Hololive Indonesia seperti Anya Melfissa, Kaela Kovalskia, dan Kureiji Ollie, serta penampilan perdana Alban Knox dari Nijisanji EN di negara tersebut.
Namun, para kreator virtual juga menghadapi tantangan regulasi. Kebijakan pemerintah Indonesia yang sempat memblokir layanan gaming seperti Steam, Origin, dan Epic Games memberikan dampak signifikan bagi banyak VTuber dari Hololive dan NIJISANJI. Hal ini terjadi karena akses ke alat streaming penting seperti VTuber Studio terkunci di balik Steam, sehingga memaksa mereka melakukan perombakan jadwal siaran secara besar-besaran.
Di skala global, agensi besar terus melakukan ekspansi dan inovasi konten. NIJISANJI EN baru-baru ini memperkenalkan tiga talenta baru yaitu Claude Clawmark, Victoria Brightshield, dan Kunai Nakasato. Selain itu, mereka juga merilis proyek film "The Demon Hungers" yang dibintangi oleh Vox Akuma dengan sesi screening di beberapa negara seperti Filipina, Singapura, dan Thailand.
---
Dirangkum dari: vtubernewsdrop.com, vtubernewsdrop.com, www.dexerto.com, vtubernewsdrop.com, vtubernewsdrop.com
